
Indonesia Ghost Hunter Chapter 2
Indonesia Ghost Hunter
Tali Pocong Perawan
by Onitsuga
Published 6 min read3 views
INDONESIA GHOST HUNTER
Episode 2 — TALI POCONG PERAWAN
“Kamu percaya hantu? Tidak masalah jika kamu tidak percaya, mereka tetap ada bahkan jika kamu tidak percaya!”
---
Namanya Sugeng Prasetyo.
Umurnya empat puluh tiga tahun.
Dulu hidupnya cukup baik. Sugeng memiliki bengkel mobil yang lumayan ramai, beberapa pegawai, rumah sederhana, istri bernama Ratih, dan seorang anak.
Sampai suatu hari dia tergiur tawaran supplier baru.
Spare part impor.
Harganya hampir tiga puluh persen lebih murah.
Sugeng mengambil seluruh modal bengkel, tabungan keluarga, bahkan menambah pinjaman bank.
Uang ditransfer.
Barang tidak pernah datang.
Supplier menghilang.
Nomornya mati.
Kantornya ternyata hanya sewaan.
Dalam waktu tiga bulan…
Sugeng bangkrut.
---
JALAN LAIN
Sugeng mencoba segala cara.
Menjual mobil.
Menjual peralatan bengkel.
Meminjam ke saudara.
Tetapi utang terus bertambah.
Sampai seorang teman berkata:
«“Kalau jalan biasa sudah mentok, mungkin kamu harus cari jalan lain.”»
“Jalan apa?”
«“Cari Mbah Surip di Gunung Gede.”»
Karena sudah putus asa, Sugeng berangkat.
Dicarinya Mbah Surip ini, tidak ada di Google Maps, tetapi hampir semua orang di Kaki Gunung Gede, tahu Mbah Surip, cukup mudah menemukan nya.
Mbah Surip memang terlihat meyakinkan.
Jenggot putih panjang.
Pakaian hitam.
Tasbih kayu di tangannya.
Bahkan sebelum Sugeng bercerita, lelaki tua itu berkata:
«“Bengkelmu habis ditipu.”»
Sugeng membeku.
Dia langsung menyampaikan keinginannya.
Ingin kaya.
Ingin melunasi utang.
Ingin hidupnya kembali.
Mbah Surip mengangguk.
«“Bisa.”»
“Syaratnya apa?”
«“Mudah.”»
---
TALI POCONG
Sugeng hanya perlu mendapatkan seutas tali pocong.
Tetapi bukan sembarang tali.
Harus berasal dari jenazah perempuan muda yang belum menikah…
dan ketika dimakamkan, talinya terlupa dilepas.
“Carinya bagaimana, Mbah?”
Mbah Surip tersenyum.
«“Ambil sendiri.”»
“Maksudnya?”
«“Kalau perlu… gali makamnya.”»
Sugeng merinding.
Tetapi orang yang sudah putus asa sering kali lebih takut pada utang daripada pada hantu.
---
INFO A1
Sugeng mulai bertanya kepada tukang gali kubur dan penjaga makam.
Satu TPU.
Lima TPU.
Sepuluh.
Sampai hampir tiga puluh pemakaman.
Ternyata informasi seperti itu memang diperjualbelikan diam-diam.
Ada jaringan.
Ada perantara.
Bahkan ada yang menyamarkannya di aplikasi perdagangan daring dengan kode tertentu:
“INFO A1 — TALI P.”
Harganya berbeda-beda.
Yang paling mahal adalah yang disebut:
“Fresh — Jumat Kliwon.”
Suatu hari Sugeng mendapatkan pesan:
«A1. Perempuan. Belum menikah. Baru dimakamkan. Jumat Kliwon. TPU S. Harga informasi Rp10 juta.»
Sugeng membayar.
Dia kemudian dipertemukan dengan seorang penjaga makam bernama Pak Saripin.
Saripin menunjukkan makam seorang perempuan berusia dua puluh dua tahun bernama Dewi.
Tanahnya masih merah.
Bunganya masih segar.
“Benar belum menikah, Pak?”
Saripin mengangkat bahu.
«“Mas bayar informasi, bukan garansi.”»
---
MALAM JUMAT KLIWON
Malam itu mereka kembali.
TPU gelap.
Udara dingin.
Baru beberapa langkah masuk, jangkrik yang tadinya ramai mendadak diam.
Kemudian tercium bau melati.
Beberapa detik kemudian berubah menjadi bau busuk.
Sugeng berhenti.
“Pak…”
Saripin hanya berkata:
«“Jangan lihat kanan-kiri.”»
Mereka mulai menggali.
Semakin dalam, Sugeng semakin merasa ada seseorang berdiri di belakangnya.
Setiap menoleh…
tidak ada apa-apa.
Sampai akhirnya tali itu ditemukan.
Ketika tangan Sugeng menyentuhnya, sebuah suara perempuan berbisik tepat di telinganya.
«“Ketemu…”»
Sugeng hampir menjatuhkannya.
Saripin cepat mengambil tali itu.
«“Sudah. Bawa.”»
---
Mbah Surip kemudian memotong sebagian kecil tali tersebut.
Membungkusnya dengan kain hitam.
«“Simpan di dompet.”»
“Setiap hari?”
«“Setiap hari.”»
“Kalau hilang?”
Mbah Surip tersenyum.
«“Kalau manusia sudah dapat yang dia mau, biasanya dia lupa bertanya berapa harga yang harus dibayar.”»
---
SUGENG MENJADI KAYA
Anehnya, setelah itu nasib Sugeng berubah.
Seorang teman mengajaknya membuka bengkel baru.
Bengkel ramai.
Dia mendapatkan kontrak besar.
Utang lunas.
Kemudian membuka cabang kedua.
Lalu ketiga.
Bahkan Sugeng pernah memenangkan undian sebuah mobil.
Dalam beberapa tahun, orang yang dahulu hampir bangkrut itu menjadi kaya.
Dan ke mana pun pergi…
dompet kulit cokelat berisi bungkusan kain hitam selalu dibawanya.
Sampai suatu malam…
di Singapura.
---
DOMPET YANG HILANG
Sugeng sedang menonton konser musik.
Ribuan orang berdesakan.
Ketika kembali ke hotel, Sugeng baru sadar.
Dompetnya hilang.
Kartu kredit?
Bisa diganti.
Uang?
Bisa dicari lagi.
Tetapi wajah Sugeng langsung pucat.
Tali pocong itu ikut hilang.
Sejak hari itu hidupnya kembali berubah.
Bengkel mendadak sepi.
Kontrak bisnis batal.
Rekan membawa kabur uang.
Satu demi satu asetnya habis.
Tetapi yang paling buruk…
setiap malam Sugeng melihat seorang perempuan berpakaian putih.
Awalnya berdiri jauh.
Lalu semakin dekat.
Sampai suatu malam wajah perempuan itu berada tepat di depannya.
«“Balikin…”»
Sugeng menangis.
“Sudah hilang!”
«“Balikin…”»
---
RUMAH SAKIT JIWA
Sugeng mulai melihat pocong di mana-mana.
Di rumah.
Di bengkel.
Di kaca mobil.
Di restoran.
Kadang satu.
Kadang puluhan.
Akhirnya keluarganya menyerah.
Sugeng dirawat di sebuah rumah sakit jiwa di Kota M.
Istri dan anaknya pindah ke luar pulau.
Berbulan-bulan Sugeng hidup dalam ketakutan.
Sampai suatu hari seorang pria asing datang.
Dia membawa sesuatu.
Dompet kulit cokelat milik Sugeng.
Dompet yang hilang di Singapura hampir setahun sebelumnya.
---
Pria itu meletakkan dompet di meja.
Sugeng gemetar.
“Dapat dari mana?”
«“Singapura.”»
“Di konser?”
Pria itu menggeleng.
«“Di rumah saya.”»
Sugeng bingung.
Pria tersebut melanjutkan:
«“Saya tidak pernah datang ke konser itu.”»
Menurutnya, dompet tersebut tiba-tiba muncul di meja ruang tamunya.
Tidak ada yang tahu siapa yang membawanya.
Setelah dompet itu berada di rumah, anak perempuannya mulai bermimpi melihat perempuan berbaju putih.
Seorang paranormal kemudian menyuruhnya mengembalikan dompet tersebut kepada pemiliknya.
Sugeng langsung membuka dompet.
Ada kain hitam.
Tetapi…
talinya tidak ada.
“TALINYA MANA?!”
Pria itu mundur.
«“Sejak saya temukan memang tidak ada tali.”»
Lalu dia mengeluarkan sebuah foto.
Foto Sugeng dan Pak Saripin ketika menggali makam Dewi.
Sugeng membeku.
Foto tersebut diambil…
dari dalam liang kubur.
Di belakang foto tertulis:
“SEKARANG GILIRANMU PULANG.”
---
MALAM TERAKHIR
Anehnya malam itu Sugeng sangat tenang.
Tidak berteriak.
Tidak melihat pocong.
Seorang perawat bertanya:
“Pak Sugeng sudah merasa lebih baik?”
Sugeng tersenyum.
«“Sudah.”»
“Tidak melihat apa-apa lagi?”
Sugeng menatap sudut kamar.
«“Dewi sudah datang.”»
Perawat langsung merinding.
Sugeng kemudian berkata pelan:
«“Dia bilang sudah waktunya saya pulang.”»
Beberapa saat kemudian, Sugeng ditemukan meninggal dalam tidurnya.
Tidak ada luka.
Tidak ada tanda kekerasan.
Tetapi di tangan kanannya tergenggam sesuatu.
Seutas tali putih kusam.
Tali yang katanya sudah hilang di Singapura.
---
SIAPA ORANG ASING ITU ????
Polisi mencoba mencari pria asing yang mengembalikan dompet Sugeng.
Nama yang ditulis di buku tamu ternyata palsu.
Alamatnya tidak ada.
Nomor paspornya juga tidak terdaftar.
Kemudian CCTV rumah sakit diperiksa.
Sugeng terlihat masuk ke ruang pertemuan.
Duduk.
Berbicara.
Menangis.
Mengangguk.
Tetapi kursi di depannya…
kosong.
Tidak pernah ada pria asing.
Dan dompet cokelat itu?
Setelah Sugeng meninggal…
tidak ditemukan di mana pun.
---
Beberapa hari kemudian, penjaga TPU S menemukan sesuatu tergantung di nisan Dewi.
Sebuah dompet kulit cokelat.
Di dalamnya hanya ada secarik kertas.
Tulisan di atasnya singkat:
“LUNAS.”
---
Jadi kalau suatu hari kamu melihat barang aneh dijual secara daring dengan kode:
“A1.”
“Fresh.”
“Jumat Kliwon.”
atau…
“TALI P.”
Sebaiknya jangan terlalu penasaran.
Karena mungkin ada benda-benda yang memang bisa dibeli dengan uang…
tetapi pembayarannya tidak selalu selesai saat uang berpindah tangan.
Dan jangan pernah mengambil sesuatu dari orang mati untuk mendapatkan sesuatu dari kehidupan.
Karena cepat atau lambat…
pemiliknya mungkin datang untuk mengambilnya kembali.
Beserta bunga dan dendanya.
---
INDONESIA GHOST HUNTER
“Kamu percaya hantu? Tidak masalah jika kamu tidak percaya, mereka tetap ada bahkan jika kamu tidak percaya!”
EPISODE 2
TALI POCONG PERAWAN
SELESAI






