
Petualangan Jane di Kebun Binatang
Satu hari di Hidup Jane
by JM
Published 4 min read3 views
Petualangan Jane di Kebun Binatang
Pagi itu, matahari bersinar cerah membangunkan Jane dari tidurnya. Tapi hari ini bukan hari sekolah biasa. Ini adalah hari yang paling istimewa! Jane, gadis kecil dengan rambut dikepang dua yang selalu penuh semangat, akan pergi ke kebun binatang untuk pertama kalinya seumur hidup.
Tidak sendirian, Jane pergi bersama Papa, Mama, dan kakak perempuannya yang sudah remaja, Maurice. Sepanjang perjalanan di dalam mobil, Jane tidak bisa berhenti bernyanyi dan melompat-lompat di kursinya. Ia sudah membayangkan betapa serunya bertemu dengan hewan-hewan besar dan lucu yang selama ini hanya dilihatnya di buku cerita.
Sesampainya di gerbang Kebun Binatang Safari Park yang megah, jantung Jane berdebar kencang karena kegirangan. Ia langsung menarik tangan Papa untuk segera masuk.
"Ayo, Papa! Jane sudah tidak sabar!"
Petualangan dimulai! Tempat pertama yang mereka datangi adalah kandang kuda nil. Jane pikir kuda nil hanya suka berendam di air. Tapi ternyata salah! Di depan matanya, seekor kuda nil raksasa membuka mulutnya lebar-lebar. Kroaaap! Seorang penjaga kebun binatang melemparkan satu buah semangka utuh berwarna hijau besar ke dalam mulut kuda nil itu. Krauk! Semangka itu langsung hancur digigit dan ditelan utuh dalam satu kali kunyahan. Mata Jane terbelalak tak percaya.
"Wah! Hebat sekali!"
Mereka kemudian berjalan menyusuri jalan setapak yang rindang. Dari kejauhan, Jane melihat seekor hewan abu-abu dengan belalai yang sangat panjang. Itu gajah! Gajah itu besar sekali, bahkan lebih tinggi dari Papa. Yang lebih mengejutkan, ternyata pengunjung boleh menunggangi gajah tersebut! Dengan sedikit rasa takut tapi sangat excited, Jane dibantu Papa naik ke atas punggung gajah yang terasa kasar dan hangat. Gajah itu berjalan pelan sekali, membuat Jane merasa seperti putri raja yang sedang berkeliling hutan.
“woaaaaaa………. Naik Gajahhhhh……..”
Tidak jauh dari gajah besar, ada area yang lebih tenang. Di sana, hiduplah sekelompok rusa yang anggun dengan tanduk bercabang. Jane memberikan wortel segar yang dibelinya di pintu masuk. Rusa-rusa itu mendekat dengan hati-hati, mengunyah wortel dengan lembut dari tangan mungil Jane. Setelah itu, Jane berlari kegirangan melihat kuda poni. Kuda-kuda itu kecil sekali, tingginya hanya sebatas pinggang Jane, dengan surai yang lebat dan menggemaskan. Jane ingin sekali memeluknya!
Tak lama kemudian, mereka singgah di area edukasi reptil. Di sana, petugas kebun binatang menawarkan pengunjung untuk berfoto dengan ular piton jinak yang melingkar di pundak. Dengan sedikit gugup namun penuh rasa penasaran, Jane memegang tubuh ular itu. Ternyata, kulit ular tersebut terasa sangat licin, dingin, dan bersisik lembut, sama sekali tidak menyeramkan seperti yang Jane bayangkan!
Mereka lalu melanjutkan perjalanan ke area mamalia lainnya. Jane melihat seekor beruang madu hitam yang berbulu lebat sedang asyik memanjat batang pohon. Tak jauh dari beruang, ada seekor badak bercula satu yang berdiri dengan sangat gagah di kubangannya, tampak begitu tenang dan menikmati suasana siang itu.
Sambil berjalan menuju area primata, Jane membeli sebutir pisang kuning yang manis di sebuah kios kecil. Baru saja ia mengupas kulit pisang tersebut, tiba-tiba dari atas dahan pohon di pinggir jalan, seekor monyet ekor panjang yang sangat nakal melompat turun dengan cepat.
Senggol!
"Ahhhhhh………. Monyettttt Nakallll….. Bad Monkey…. bad Monkey…. “
Monyet itu menyambar pisang di tangan Jane hingga terlepas dan langsung melarikan diri kembali ke atas pohon sambil menyantapnya. Jane terkejut dan marah bercampur geli melihat kelakuan si monyet pencuri itu.
Setelah lelah berkeliling, mereka masuk ke area karnivora. Suasananya sedikit lebih menegangkan tapi seru. Di balik pagar kaca tebal yang kokoh, seekor harimau Sumatera sedang berjalan mondar-mandir. Tubuhnya berotot, bulunya oranye cerah dengan belang hitam yang gagah. Matanya tajam menatap ke arah pengunjung, membuat Jane sedikit bergidik namun kagum melihat keperkasaannya.
“ Woahhhh…. gagah sekali ya Mama “
Di kandang sebelahnya, bertolak belakang dengan harimau yang aktif, seekor singa jantan berbulu lebat sedang tidur pulas di atas batu besar. Singa itu tampak sangat damai dan pulas, bahkan sempat mendengkur kecil. Jane tertawa pelan melihat raja hutan yang sedang tertidur pulas layaknya seekor kucing rumahan.
Hari itu ditutup dengan makan es krim bersama di bawah pohon rindang. Jane sangat lelah, kakinya terasa pegal, namun senyum cerah tidak pernah lepas dari wajahnya. Pengalaman pertamanya ke kebun binatang sungguh luar biasa mulai dari berfoto dengan ular bersisik lembut, melihat beruang madu dan badak yang tenang, hingga pisangnya direbut monyet nakal.
Sungguh hari yang tak terlupakan bagi Jane!






